Hai, kehidupan! Terkadang aku bertanya-tanya mengapa kau keras sekali terhadapku. Sering menempatkanku di posisi sulit. Padahal, kau tahu kan, bahwa gadis seumurku seharusnya masih menikmati akhir masa remaja? Hai, cinta! Aku tak banyak punya momen bersamamu. Namun, izinkan aku bertanya satu hal; mengapa kau selalu hadir bersama luka? Ah, bagaimanapun aku harus berterima kasih kepadamu karen…
hai, kamu jatuh cintalah segera dengan seseorang. aku? aku tidak terburu-buru. pasti ada yang lebih baik dariku. kamu akan menemukannya dengan mudah. aku? aku nanti-nanti saja. ruang hatiku masih penuh denganmu.
Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku? Kerika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati? Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. CINTA Tanpa ada yang lain setelahnya, kita lihat ke mana arahnya bermuara.
Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku? Kerika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati? Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. CINTA Tanpa ada yang lain setelahnya, kita lihat ke mana arahnya bermuara.