Dunia ini lucu karena mempertemukan gue sama lo yang keberadaannya cukup bikin gue gerah; tingkah lo yang suka di luar bikin gue sadar kalo kita nggak cocok sama sekali. Tapi yang lebih lucunya lagi, meski kita nggak cocok, gue tetap mau ada di dekat lo.
Rasa itu begitu luas, dan jika menyatakan hanya supaya bisa memiliki serta menggengam, mungkin rasa itu akan berubah sebab selamanya hanyalah sementara.
Jika perubahan adalah satu-satunya yang pasti, maka ketidakpastian akan dimiliki oleh waktu. Karena pada detak ke sekian, aku mendapati diriku jatuh cinta pada seseorang yang tidak ingin secara egois aku miliki. Lalu kita, diselundupkan dalam kala, sebagai pengantar pesan utusan semesta.
Kita pernah menjadi sebuah ketentuan pada pertemuan yang saling mengisi hingga saling meniadakan. Namun pada langkah yang saling menjahui, ketentuan terasa seperti sebuah perjudian antara waktu dengan detaknya sendiri. Karena pada detik ke sekian kita sadar bahwa penerimaan akan membuat kita merasa utuh jika sudah sepenuhnya.