Apakah Anda pernah membaca buku berjudul Mati Ketawa Cara Rusia? Jika Belum, itu tidak masalah. Buku yang sedang Anda pegang ini tidak ada kaitannya dengan buku tersebut. Namun, buku ini dapat dipelesetkan menjadi : "Hidup Ketawa Bersama Pendeta Raprap". Ya. Jika Anda masih belum mau mati sekarang, dan masih bertekad untuk menjalani kehidupan yang lebih hidup, tampaknya Anda memang perlu mem…
Jenaka tetapi penuh dengan renungan yang mendalam. Demikian;lah salah satu sentilan dari kumpulan khotbah "jenaka" terbaru Pdt. L.Z. Raprap. Dalam buku kelimanya, sang pendeta "sersan" (serius tapi santai) ini menekankan bahwa iman bukan sekadar percaya, melainkan percaya dan memercayakan diri kepada Tuhan. Dipaparkan dengan contoh-contoh yang ada di sekeliling kita dalam bahasa yang sederhan…
Dalam berdoa ada tiga kata kunci. ...Minta. Cari. Ketuk. Jangan disingkat jadi MCK, ya. Enggak enak didengarnya. ...Ketuk itu maknanya apa? Yesus mengucapkan ini karena waktu itu belum ada listrik, sehingga kalau sekarang pasti sekarang pasti bunyinya lain. Mintalah, carilah, dan pencetlah bel. Bagaimana agara Anda siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali? Bagaimana cara berdoa dan memi…
Dalam berdoa ada tiga kata kunci. ...Minta. Cari. Ketuk. Jangan disingkat jadi MCK, ya. Enggak enak didengarnya. ...Ketuk itu maknanya apa? Yesus mengucapkan ini karena waktu itu belum ada listrik, sehingga kalau sekarang pasti sekarang pasti bunyinya lain. Mintalah, carilah, dan pencetlah bel. Bagaimana agara Anda siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali? Bagaimana cara berdoa dan memi…
Apakah Anda pernah membaca buku berjudul Mati Ketawa Cara Rusia? Jika Belum, itu tidak masalah. Buku yang sedang Anda pegang ini tidak ada kaitannya dengan buku tersebut. Namun, buku ini dapat dipelesetkan menjadi : "Hidup Ketawa Bersama Pendeta Raprap". Ya. Jika Anda masih belum mau mati sekarang, dan masih bertekad untuk menjalani kehidupan yang lebih hidup, tampaknya Anda memang perlu mem…
Mengapa kita masih meminta kepada Tuhan, jika Dia Mahatahu? Ketika Pendeta Raprap mengajukan pertanyaan itu, ia tidak sedang mengajukan masalah teologi atau filsafat yang rumit. Dengan pertanyaan ini, dan berbagai khotbah lain dalam buku ini, ia berbagi mutiara iman yang menjadi inti kehidupan orang Kristen.
Apakah karena orang Kristen harus selalu bersukacita, lalu mereka tidak boleh menangis? Jika ini sulit dijawab dan membuat kita heran, mungkin kita akan lebih heran lagi jika hal ini ternyata menjadi bahan renungan Pendeta L.Z. Raprap, sang pendeta humoris. Dengan sindiran halus, ilustrasi jenaka, dan kupasan yang cerdas, Pendeta Raprap menegur kealpaan dan kelalaian orang percaya, sekaligus me…
Tanpa kehilangan ciri khasnya, Pendeta Raprap jeli melihat kehidupan manusia yang semakin sulit dari hari ke hari. Berbagai perkembangan teknologi informasi - yang seharusnya memudahkan manusia - justru sering memerangkap manusia dalam rutinitas dan kedangkalan makna. Sikap yang serba pragmatis dan serba cari enak menjadi panglima. Bersama Pendeta L.Z. Raprap, di dalam buku keempat dari seri…