ia lihat dirinya, jauh dalam kenangan berlarian riang di jalan setapak yang sangat ia kenal tubuhnya yang kecil bagai tenggelam dalam rimbun ilalang dan setiap kali tangannya terentang menyibakkan, maka burung-burung pipit akan berterbangan dengan cricit yang riuh ada kalanya ia berhenti, terapaku mengadah matanya menyipit mengikuti sayap burung-burung, dengan dada membuncah betapa ajaib…