Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. "Dipenogoro" yang petilannya menerakan kata-kata maju serbu serang terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkapkan sosok Dipenogoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan s…
Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. "Dipenogoro" yang petilannya menerakan kata-kata maju serbu serang terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkapkan sosok Dipenogoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan s…
Buku ini mengisahkan liputan Tempo menyusuri ruas-ruas Jalan Raya Pos. Ada kawasan tempat pekuburan pekerja rodi di zaman Daendels, yang juga makam jenazah korban penembakan misterius Orde Baru. Terdapat pula kelenteng-kelenteng yang setiap Cap Go Meh menggelar arak-arakan melewati Jalan Pos Daendels. Tak hanya itu, tersaji kisah pencarian awal stasiun pos Daendels di Serang, Banten, serta loka…