"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari yogyakarta, mengonsolidasikan temtara dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah, Soedrirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakart…
Lahir dari keluarga kaya di Batavia, MH Thamrin berikhtiar memperbaiki kehidupan warga miskin lewat Dewan Kota dan kemudian Dewan Rakyat—lembaga yang kerap dianggap sebagai boneka pemerintah kolonial. Di sanalah dia bersuara lantang memperjuangkan nasib kaum bumiputra. Saat Sukarno, salah satu tokoh gerakan nonkooperatif, ditangkap karena aktivitas politiknya, Thamrin—yang dijadikan simb…
MENDESAK Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan, Sutan Sjahrir justru absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk menghalau penjajah: jalur diplomasi - cara yang ditentang tokoh lain yang lebih radikal. Ideologinya, antifasis dan antimiliter, dikritik hanya untuk kaum terdidik. Ia dituduh elitis. Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, berkeliling Tanah Air m…
Kartini adalah sebuah kontradiksi, ia wanita yang cerdas sekaligus lemah hati. Kartini menyerap ide masyarakat Barat, tapi tidak takluk pada adat. Ia feminis yang dicurigai. Ia dianggap terkooptasi oleh ide-ide kolonial. Namun, satu yang tidak bisa dilupakan yaitu Kartini menjadi inspirasi bagi gerakan nasionalisme di Tanah Air. Kartini menyuarakan perubahan. Ia membawa perjuangan perempuan pad…
DI dalam tubuh Ernest Franqois Eugene Douwes Dekker mengalir darah Belanda, Prancis, Jerman, dan Jawa. Tapi semangatnya lebih menggelora ketimbang penduduk bumiputra. Dia bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hadjar Dewantara adalah "Tiga Serangkai", orang-orang pertama pendiri partai politik di Indonesia: Indische Partij. Sebagai penggerak revolusi, gagasan Ernest melampaui zamannya. Tur prop…
Pada masa penjajahan Jepang, ia menjadi wartawan kantor berita bDomei. Pidato-pidatonya selalu meneriakkan "Allahu Akbar" dan mengobarkan semangat pejuang menentang tentara Sekutu. sosoknya terekam kuat dalam potret diri yang mengacungkan telunjuk dan tatapan mata tajam. Sutomo atau Bung Tomo ialah tokoh "pemberontak" termasyhur. Kehadirannya jadi simbol perlawanan dalam pertempuran 10 Novembe…
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya "Bapak Republik Indonesia:. Sukarno menyebutnya "Seorang yang mahir dalam revolusi". Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya. Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasanaan kepada emp…
Jika masih hidup dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisannya pada 1962; "Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya... Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah". Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jika ada rasa tanggu…
JIKA masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisannya yang terbit pada 1962: " Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya.... Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah." Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jika ad…
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya “Bapak Republik Indonesia”. Sukarno menyebutkannya “seorang yang mahir dalam revolusi”. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya. Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Soekarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan …