Perahu Kertas pertama kali terbit pada tahun 1983. Buku ini memuat puisi-puisi Sapardi Djoko Damono yang selalu dikutip dan di bacakan di setiap waktu, di antaranya puisi Yang Fana Adalah Waktu, Tuan, Sihir Hujan, Hatiku Selembar Daun, dan Metamorfosis.
"Bang, saya ini mau dibawa ke mana?" Sopir yang sejak tadi menyanyi kecil di jalan yang penuh motor itu tampak tersentak, "Loh, Ibu maunya ke mana?" Si penumpang sama sekali tidak tersentak. "Ke mana sajalah, Bang." Sopir yang gemar baca komik itu segera sadar mereka telah dilukis oleh dua juru gambar yang berbeda. Perempuan dan Sopir Taksi
api adalah lambang kehidupan itu sebabnya ia tak bisa menjadi fosil api adalah lambang kehidupan itu sebabnya kita luluh-lantak dalam kobarannya Ayat-Ayat Api Sapardi Djoko Damono
api adalah lambang kehidupan itu sebabnya ia tak bisa menjadi fosil api adalah lambang kehidupan itu sebabnya kita luluh-lantak dalam kobarannya Ayat-Ayat Api Sapardi Djoko Damono
kau mengguman ketika bangun hari ini, Aku mendengarmu bercakap kepada batu itu, yang buta, yang semakin mengeras ketika berusaha menangkap kata-katamu Aku mendengarmu bercakap kepada batu itu tanpa menggunakan kosa-kata-Ku ketika hari tiba dan mengambil segala yang kauyakini milikmu kau memang tak merasa perlu tahu bahwa Aku bukan bagianmu, bukan milikmu, Sayang-Ku
Buku ini memaparkan dengan jelas pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan. Juga dibahas fungsi dan peran sastra dalam masyarakat. Sebuah pengantar singkat yang mengemukakan bahwa sastra bisa mengandung gagasan yang mungkin dimanfaatkan untuk menumbuhkan sikap sosial dalam suatu masyarakat - atau bahkan untuk mencetuskan peristiwa sosial tertentu.
Alih Wahana artinya pengubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lain. Wahana berarti kendaraan, jadi alih wahana adalah proses pengalihan dari satu jenis 'kendaraan' ke jenis 'kendaraan' lain. Sebagai 'kendaraan', suatu karya seni merupakan alat yang bisa mengalihkan sesuatu dari satu tempat ke tempat lain. Dalam arti yang lebih luas, istilah ini bahkan juga bisa mencakup pengubahan d…
Sepasang sepatu yang bertengkar, arak-arakan kertas yang berjalan di malam hari, rumah yang saling menyindir, adalah beberapa cerita dari buku ini. Di buku ini, beberapa benda menjelma menjadi pencerita yang piawai. Lewat benda-benda mati yang berkisah itu, manusia seakan diingatkan kembali akan kemanusiaannya.