Rendra dijuluki "Si Burung Merak" bukan hanya karena pesonanya di atas panggung. Tapi, memang begitulah ia. Sesosok pribadi yang penuh vitalitas dan gairah. Seorang pecinta, bak merak yang merentangkan ekor cantiknya untuk menarik perhatian sang kekasih.Untuk merekalah, para kekasih, ia tuangkan cintanya lewat puisi. Di dalam buku ini, terangkum puisi-puisi cinta Rendra dari tiga masa. Puisi…
Ada burung dua, jantan dan betina hinggap di dahan. Ada daun dua, tidak jantan tidak betina gugur dari dahan. Ada angin dan kapuk gugur, dua-duanya sudah tua pegi ke selatan. Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku.
Cinta Hanya untuk Kita Kektika aku bertanya tentang cinta Mata kita memandang dengan kepastian, sebiji kecambah yang membelah diri dalam dua keping Sekeping untukku, sekeping lagi untukmu Jika tumbuh kepingan yang lain adalah penyulut luka di antaranya
Cinta Hanya untuk Kita Kektika aku bertanya tentang cinta Mata kita memandang dengan kepastian, sebiji kecambah yang membelah diri dalam dua keping Sekeping untukku, sekeping lagi untukmu Jika tumbuh kepingan yang lain adalah penyulut luka di antaranya
Cinta Hanya untuk Kita Kektika aku bertanya tentang cinta Mata kita memandang dengan kepastian, sebiji kecambah yang membelah diri dalam dua keping Sekeping untukku, sekeping lagi untukmu Jika tumbuh kepingan yang lain adalah penyulut luka di antaranya
Cinta Hanya untuk Kita Kektika aku bertanya tentang cinta Mata kita memandang dengan kepastian, sebiji kecambah yang membelah diri dalam dua keping Sekeping untukku, sekeping lagi untukmu Jika tumbuh kepingan yang lain adalah penyulut luka di antaranya
Antologi puisi Portugal Indonesia Malaysia ini membuka cakrawala yang komprehensif tentang perjalanan puisi ketiga negara berikut keberagaman kultur yang melatarbelakanginya. Dilengkapi dengan biografi singkat penyair, aliran, serta periodesasi, membuat buku ini dapat dinikmati oleh kalangan pecinta puisi dan menjadi referensi bagi mahasiswa. Di sisi ;lain, penerbitan buku ini merupakan langkah…
Jadilah kata-kata yang saling merekat, mempertemukan dan menghubungkan kalimat-kalimat, tanpa mempersoalkan arti, karena kelak di sanalah alam baru, yang mempersatukan kau dan dia. Kau dan dia, melebur dalam keindahan, segalanya pun berpijar, terciptalah semua debar, degup, gemuruh, yang melenyapkan batas dan antara, hanya ada nyawa yang saliong mencari dan merengkuh. Duka, bahagia, benci, cem…