Novel ini adalah sebuah pertanyaan panjang tentang tradisi, dengan perempuan sebagai ujung tombaknya. Apakah manusia mesti memberhalakan kearifan masa lalu, atau memberikan reinterpretasi untuk mereposisinya sesuai dengan tempat-waktu dan keadaan. Semua tergantung dari siapa dan bagaimana melakukannya, juga dengan maksud apa fenomena itu kemudian dibaca oleh sejarah. Ketika tata-nilai bergerak …
Novel ini adalah sebuah pertanyaan panjang tentang tradisi, dengan perempuan sebagai ujung tombaknya. Apakah manusia mesti memberhalakan kearifan masa lalu, atau memberikan reinterpretasi untuk mereposisinya sesuai dengan tempat-waktu dan keadaan. Semua tergantung dari siapa dan bagaimana melakukannya, juga dengan maksud apa fenomena itu kemudian dibaca oleh sejarah. Ketika tata-nilai bergerak …
"Kita kan hanya perempuan rampasan belaka. Den Rara. Kenapa Den Rara tidak mau dipersunting Tumenggung yang kuasa dan kaya raya? Kan enak nanti." "Tubuh dirampas memang. Tetapi hati tidak." Genduk Duku, yang menjatuhkan dirinya dalam pangkuan puannya, dibelai rambutnya. "Nduk, Gendut Gendukku sayang. Sebentar lagi kau akan menjadi wanita cantik juga. TIdak muda menjadi wanita cantik, Nduk. A…
Selama beberapa tahun belakangan ini, kasus-kasus diskriminasi masih banyak terjadi di Indonesia, baik dalam kehidupan gereja maupun masyarakat luas. Beberapa pertanyaan penting yang muncul adalah: Apakah diskriminasi, serupa terjadi juga pada masyarakat di zaman Yesus? Jika ya, bagaimana Yesus menghadapinya? Apakah cara Yesus menghadapi diskriminasi pada zaman-Nya relevan bagi gereja di Indone…
Selama beberapa tahun belakangan ini, kasus-kasus diskriminasi masih banyak terjadi di Indonesia, baik dalam kehidupan gereja maupun masyarakat luas. Beberapa pertanyaan penting yang muncul adalah: Apakah diskriminasi, serupa terjadi juga pada masyarakat di zaman Yesus? Jika ya, bagaimana Yesus menghadapinya? Apakah cara Yesus menghadapi diskriminasi pada zaman-Nya relevan bagi gereja di Indone…