Albert Schweitzer merupakan pengajar di jurusan Ilmu Teologi dan Filsafat, Universitas Starsbourg. Namun, saat berusia 30 tahun, dia mempelajari ilmu kedokteran setelah membaca berita bahwa masyarakat Africa membutuhkan dokter. Dia pun mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan medis di Afrika. Berkat dedikasi tersebut, dia menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1954…