Selena dan Nebula adalah buku ke-8 dan ke-9 yang menceritakan orang tua Raib dalam serial petualangan dunia paralel. Dua buku ini sebaiknya dibaca berurutan. Kedua buku ini bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat TInggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. Tentang persahabatan tiga mahasiswa, yang diam-diam memiliki rencana bertualang ke tempat-tempat jauh. Tapi petualangan itu berkahi…
Kita hanya punya sepotong hati, bukan? satu-satunya. Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justru oleh orang yang kita cintai? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru? lantas, apakah tetap cinta namanya meski telah kehilangan kepercayaan dan komitmen? Apakah kita be…
Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
"Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhwatiran, juga kecemasan yang sejatinya mungkin tidak pernah ada.: Tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pun agar adik-adiknya bisa sekolah. Tentang rasa sabar dan penerimaan. Tentang keluarga yang penuh perjuangan. Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku.
Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini. Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan. Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli, dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat. Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tekn…
"Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhwatiran, juga kecemasan yang sejatinya mungkin tidak pernah ada.: Tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pun agar adik-adiknya bisa sekolah. Tentang rasa sabar dan penerimaan. Tentang keluarga yang penuh perjuangan. Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku.
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, petarungan hidup mati untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa pergi"
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, petarungan hidup mati untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa pergi"
"Mamak benci pada Pukat!" "Oi, kau keliru, Pukat. Dengarkan Bapak, tidak ada seorang pun mamak di atas muka bumi ini yang membanci anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. Bukankah kau pandai mengait-kaitkan banyak hal? Kau juga pandai mengartikan banyak hal. Nah, artikan sendiri makna darh-daging itu." Bapak benar. Aku mulai menyadari di antara demam panas dan gigil tubuh, betapa sabar …
"Mamak benci pada Pukat!" "Oi, kau keliru, Pukat. Dengarkan Bapak, tidak ada seorang pun mamak di atas muka bumi ini yang membanci anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. Bukankah kau pandai mengait-kaitkan banyak hal? Kau juga pandai mengartikan banyak hal. Nah, artikan sendiri makna darh-daging itu." Bapak benar. Aku mulai menyadari di antara demam panas dan gigil tubuh, betapa sabar …