Inilah buku yang menguraikan penyelenggaraan event melalui pendekatan manajemen proyek, sehingga tercipta suatu sistem yang memudahkan manajer event perusahaan untuk meneliti, merancang, merencakanan, mengkoordinir, dan mengevaluasi setiap event perusahaan agar diperoleh tingkat keuntungan yang lebih besar. Buku ini membahas topik-topik kunci, yaitu memilih tempat penyelenggaraan event, mencari…
Buku ini menguraikan kisah dan cerita di balik merek-merek terkenal dunia yang menguasai hidup kita sehari-hari dari pagi hingga malam. Buku ini sejatinya membantu Anda menciptakan produk yang inovatif, menciptakan merek-merek baru yang dikenang konsumen, serta saran-saran terbaik apa saja yang bisa Anda tiru untuk sukses seperti merek-merek legendaris itu.
How do we became leaders? No one is born a natural leader: this is the idea at the heart of this enlighting leadership book. Populer culture feeds us images of the squere-jawed, strong-armed leader-charistmatic, powerfull, decisive. But the trusth is, with the rightt amount of self-knowledge and authenticity, an aprreciation of the benefits of failure and the curisosity can become a good lea…
Kesusastraan Indonesia pada awal tahun 1920-an ditandainya dengan penerbitan karya-karya sastrawan, salah satunya melalui Balai Pustaka. Generasi awal Balai Pustaka menelorkan banyak penulis dan karya yang menjadi bagian dari perjalanan seharah sastra Indonesia. Keberadaan karya-karya tersebut haruslah tetap terjaga dan dilestarikan. Untuk itu Penerbut Balai Pustaka melakukan upaya penerbitanda…
Buku ini menjelaskan analisis berinvestasi dalam perspektif ekonomi dan politik. Hal apa saja yang perlu dilakukan seorang investor sebelum melakukan investasi, dan apa saja yang patut diperhitungkan dalam berinvestasi, disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Perbedaan cara pandang kaum kapitalis, sosialis dan Islam dalam kelebihan masing-masing aliran. Pendapat para tokoh yang terlibat da…
LEngkong-weuaya adalah seorang petualang dari Minahasa yang memberantas kaum perampok, menyatukan penduduk yang berada di kaki Gunung Kelabat yang selalu bertikai, dan menjadikan rakyat tenteram. Namun, usaha Lengkong-weuya tidak berjalan mulus. Ia harus mengorbankan harta yang paling berharga baginya, yaitu putaran yang terbunuh oleh pedangnya sendiri. Akan tetapi, semua cobaan itu dapat ia…