Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja dan menulis puisi. Sajak "Diponegoro" yang terkenal dengan kata-kata "Maju Serbu Serang Terjang" berhasil menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan hebat dalam menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu te…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
Sesungguhnya dia punya pilihan gampang dan menyenangkan. Dengan gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, ia tak kurang suatu apa untuk menjadi kaya raya dan sejahtera. Namun, Yap Thiam Hien memilih jalan lain. Misalnya: Ketika kantro pengacara lain mengenakan tarif Rp. 40 juta per klien, biaya yang dikutip Yap hanya Rp. 5-10 juta. Tak jarang ia menggrtatiskan jasa kepengacaraann…
Hampir tak ada pelagan pennting di negeri ini yang tak didatangi Leonardus Benjamin Moerdani. Sudah berperang sejak usia 13 tahun, ia berada di garis depan penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta (1958). Ia juga menjadi ikon pembebasan Irian Barat (1962), tetapi juga terampil di dunia diplomasi dan kepengacaraan. Dia pernah menjadi diplomat di Korea dan memenangkan Indonesia "merebut" harta y…
Menggagas banyak mitos tentang Indonesia, ia pecinta Republik yang keras kepala. Bung Hatta menuding ia licik. Sederet kontraversi erta tuduhan menyelimuti Muhammad Yamin: Menyembunyikan naskah otentikperumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar yang mirip UUD 1945, juga menciptalan figur Gadjah Mada tanpa mengindahkan verifikasi arkeologis. Di ranah politi…
Menggagas banyak mitos tentang Indonesia, ia pecinta Republik yang keras kepala. Bung Hatta menuding ia licik. Sederet kontraversi erta tuduhan menyelimuti Muhammad Yamin: Menyembunyikan naskah otentikperumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar yang mirip UUD 1945, juga menciptalan figur Gadjah Mada tanpa mengindahkan verifikasi arkeologis. Di ranah politi…
Pada 1950-an Indonesia Bereksperimen menerapkan demokrasi parlementer-lazim disebut demokrasi liberal- guna membawa negara baru ini keluar dari berbagai masalah. Namun, perdebatan demi perdebatan tak kunjung padam dan tujuh kabinet berganti mengendalikan negeri. Kendatri harus diakui bahwa selama periode tersebut Mahkamah Agung punya gigi, jaksa dan hakim bertaji, dan hak asasi manusia diho…
Soe Hok-gie adalah seorang pemikir yang kritis, idealis dan pemberontak. Catatan hariannya-yang dibukukan dalam Catatan Seorang Demonstran (1983) - merangkum semangat perlawanan yang tumbuh sejak dia duduk di bangku SMP. Gie pernah mendebat guru bahasa Indonesia lantaran berbeda pendapat soal pengarang prosa "Pulanglah Dia si Anak Hilang". Lalu semasa SMA, ia memprotes kebijakan sekolahnya yang…
Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf "r" dengan sempurna. Ia "cacat" wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang mempesona. Namun, nila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan bulet…