Seribu kata menggebu lewat jari yang dipanggang matahari Punggung bumi meleleh gedung dan kehidupan rata dalam cahya hari tak ramah. Di dalam genggam kehidupan gemetar dalam sajak kehidupan mencampak busur. Dan baris-baris kata adalah bekas jejak nafas yang enggan lepas dari sengus desah
Pembicaraan tentang sastra tidak habis-habisnya dilakukan orang dalam usaha meningkatkan wawasan masyarakat tentang sastra-terutama sastra Indonesia dan sastra di Indonesia-yang semakin hari semakin berkembang. Pembicaraan-pmebicaraan itu terwujud dalam penelitian sastra, baik sastra Indonesia lama maupun penelitian sastra Indonesia modern. Hasil pembicaraan tersebut haruslah disebarluaskan kep…
Persahabatan selalu spesial. Dan sahabat terbaik selalu bersama kita hingga kapan pun. Tidak peduli meskipun jarak, sekolah, dan pekerjaan memisahkan. Sungguh beruntung orang-orang yang memiliki sahabat. Buku ini memuat 100 kutipan terbaik Tere Liye tentang persahabatan. Resapi kalimatnya, milikilah sahabat terbaik, jalani persahabatan tersebut, buktikan persahabatan kalian 100 kali lebih in…
Persahabatan selalu spesial. Dan sahabat terbaik selalu bersama kita hingga kapan pun. Tidak peduli meskipun jarak, sekolah, dan pekerjaan memisahkan. Sungguh beruntung orang-orang yang memiliki sahabat. Buku ini memuat 100 kutipan terbaik Tere Liye tentang persahabatan. Resapi kalimatnya, milikilah sahabat terbaik, jalani persahabatan tersebut, buktikan persahabatan kalian 100 kali lebih in…
langit yang murung bagai ibu tua mau menangis sementara kokok ayam melangit kenapa lupa dan penuh senyap - jam sembilan pagi lalu bisu melintas dalam harap yang hampa satu-satu bintang jatuh semakin murung langit - jam sebelas siang matahari belum datang kenapa lupa? 1968
Sungguh ide yang cemerlang, pembaca dipaksa untuk kembali diseret ke dalam cuaca yang "riang", cuaca yang jujur dan seru menjadi kanak-kanak yang dekat dengan alam dan lingkungan sekitar.
Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan-
Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan-