Hamli tak pernah mengira, keputusannya untuk menerima beasiswa pemerintah Belanda demi melanjutkan sekolah ditentang oleh orangtuanya. Orang tua yang justru dia harapkan mendukung sepenuh hati. Namun, adat minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita-citanya. Hamli pun kemudian memutuskan untuk melanggar adat. merantau demi ilmu. Dan ketika dalam perantauan dia bertemu mojang Priangan…
Tragedi Darah, Keluarga dan Tanah Air. "Anakku Karna, ibu menyadari betapa pahit dan getir perjalanan hidup yang mesti engkau lalui, ibu menyadari semua itu, dan karena ibumu, engkau menjalani hidup nista terpisah dari adikmu Pandawa, terpisah dari keluarga istana dikucilkan, dan diremehkan oleh semua orang Karna..., rasanya tidak ada dosa yang lebih besar daripada seorang ibu yang menyengsara…