Spiritualitas adalah kehalusan perasaan tentang Allah yang berbuah kualitas hidup sebagaimana tampak dalam diri Kristus. Kualitas itu terwujud dalam hubungan yang agung dengan Khalik, hubungan yang luhur dengan sesama dan hubungan yang mulia dengan diri sendiri. Ke arah itulah kita semua ingin berkembang. Buku ini menolong kita mengerti menjalani perkembangan itu. Ini buku Seri Selamat ke -1…
Mungkin kita bukan sedarah sedaging, namun kita bisa dekat dan berkerabat. Kalau cakap mengelola hubungan secara bijak, kita dapat menikmati kebersamaan hidup. Kita semua berkerabat. Torang semua basudara! Itulah tema seri selamat ke-21 tulisan dosen STT Jakarta yang khas, berharkat, singkat, padat dan memikat.
Genap 500 tahun reformasi gereja, buku ini terbit. Gereja sudah dibarui dan masih perlu terus dibarui. Proses membarui apa pun, apalagi gereja, dimulai dari diri kita sendiri. Tulis Paulus kepada gereja di Roma, "BIarkkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah" (Roma 12:2, BIMK). Seri Selamat ke-28 ini ditulis menaati panggilan itu. Tiap hari kita melakoni hidup. Itu …
Hidup adalah mewaris : mewarisi dan mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi masa lampau dan mewariskan banyak pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: Apa yang telah kita warisi dan apa yang akan kita wariskan? Buku Seri Selamat ke-16 ini menolong kita menggali berbagai aspek warisan hidup: nilai-nilai, pengalaman hidup, makna hidup, misi serta vi…
Mengaku percaya kepada Kristus tidak bisa terjadi seorang diri, tetapi di dalam komunitas orang percaya, yaitu gereja. Menjadi KRisten selalu berarti menghisabkan diri sebagai anggota suatu gereja, meskipun gereja apa pun tidak luput dari kesalahan dan bisa saja mengecewakan kita. Buku Seri Selamat ke-20 ini membantu kita memahami berbagai implikasi menjadi warga gereja dan berbagai dinamika…
Untuk hidup bersama-sama dengan orang lain, kita perlu mau dan mampu sehati sepikir. Artinya, seperasaan dan sepikiran. Akan tetapi, dalam praktiknya itu susah. Lalu kita dipanggil untuk "sehati sepikir dalam Tuhan". Wah, itu lebih susah lagi. Apa maksudnya? Buku Seri Selamat ke-24 ini mengajak kita mencari pegangan untuk belajar hidup sehati sepikir dalam Kristus.
Untuk hidup bersama-sama dengan orang lain, kita perlu mau dan mampu sehati sepikir. Artinya, seperasaan dan sepikiran. Akan tetapi, dalam praktiknya itu susah. Lalu kita dipanggil untuk "sehati sepikir dalam Tuhan". Wah, itu lebih susah lagi. Apa maksudnya? Bu Seri Selamat ke-24 ini mengajak kita mencari pegangan untuk belajar hidup sehati sepikir dalam Kristus.
Kita bekerja dari pagi sampai senja, sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, manajer atau karyawan. Kita bekerja supaya hidup mempunyai dan memberi arti. Dunia kerja bisa keras dan kejam: eksploitasi dan frustasi, suri dan dengki, ambisi dan arogansi. Tetapi dunia kerja bisa juga indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi. Buku ini menyoroti dunia bisni…
Sepanjang jalan kita berjuang. Berjuang untuk sesuap nasi, untuk mengembangkan diri, untuk menjalani terapi, untuk sehat serasi, untuk hak asasi, untuk mengikuti Kristus Sang Abdi, untuk tetap utuh sebagai suami istri dan juga sebagai warga republik ini. Seperti ikan salmon berjuang melawan arus dan melompati riam, begitulah kita berjuang sekuat tenaga mengatasi segala rintangan dan berbagai…
Kita bekerja dari pagi sampai senja, sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, manajer atau karyawan. Kita bekerja supaya hidup mempunyai dan memberi arti. Dunia kerja bisa keras dan kejam: eksploitasi dan frustasi, suri dan dengki, ambisi dan arogansi. Tetapi dunia kerja bisa juga indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi. Buku ini menyoroti dunia bisni…