Hidup adalah mewaris : mewarisi dan mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi masa lampau dan mewariskan banyak pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: Apa yang telah kita warisi dan apa yang akan kita wariskan? Buku Seri Selamat ke-16 ini menolong kita menggali berbagai aspek warisan hidup: nilai-nilai, pengalaman hidup, makna hidup, misi serta vi…
Mengaku percaya kepada Kristus tidak bisa terjadi seorang diri, tetapi di dalam komunitas orang percaya, yaitu gereja. Menjadi KRisten selalu berarti menghisabkan diri sebagai anggota suatu gereja, meskipun gereja apa pun tidak luput dari kesalahan dan bisa saja mengecewakan kita. Buku Seri Selamat ke-20 ini membantu kita memahami berbagai implikasi menjadi warga gereja dan berbagai dinamika…
Untuk hidup bersama-sama dengan orang lain, kita perlu mau dan mampu sehati sepikir. Artinya, seperasaan dan sepikiran. Akan tetapi, dalam praktiknya itu susah. Lalu kita dipanggil untuk "sehati sepikir dalam Tuhan". Wah, itu lebih susah lagi. Apa maksudnya? Buku Seri Selamat ke-24 ini mengajak kita mencari pegangan untuk belajar hidup sehati sepikir dalam Kristus.
Untuk hidup bersama-sama dengan orang lain, kita perlu mau dan mampu sehati sepikir. Artinya, seperasaan dan sepikiran. Akan tetapi, dalam praktiknya itu susah. Lalu kita dipanggil untuk "sehati sepikir dalam Tuhan". Wah, itu lebih susah lagi. Apa maksudnya? Bu Seri Selamat ke-24 ini mengajak kita mencari pegangan untuk belajar hidup sehati sepikir dalam Kristus.
Kita bekerja dari pagi sampai senja, sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, manajer atau karyawan. Kita bekerja supaya hidup mempunyai dan memberi arti. Dunia kerja bisa keras dan kejam: eksploitasi dan frustasi, suri dan dengki, ambisi dan arogansi. Tetapi dunia kerja bisa juga indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi. Buku ini menyoroti dunia bisni…
Sepanjang jalan kita berjuang. Berjuang untuk sesuap nasi, untuk mengembangkan diri, untuk menjalani terapi, untuk sehat serasi, untuk hak asasi, untuk mengikuti Kristus Sang Abdi, untuk tetap utuh sebagai suami istri dan juga sebagai warga republik ini. Seperti ikan salmon berjuang melawan arus dan melompati riam, begitulah kita berjuang sekuat tenaga mengatasi segala rintangan dan berbagai…
Kita bekerja dari pagi sampai senja, sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, manajer atau karyawan. Kita bekerja supaya hidup mempunyai dan memberi arti. Dunia kerja bisa keras dan kejam: eksploitasi dan frustasi, suri dan dengki, ambisi dan arogansi. Tetapi dunia kerja bisa juga indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi. Buku ini menyoroti dunia bisni…
Kita bekerja dari pagi sampai senja, sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, manajer atau karyawan. Kita bekerja supaya hidup mempunyai dan memberi arti. Dunia kerja bisa keras dan kejam: eksploitasi dan frustasi, suri dan dengki, ambisi dan arogansi. Tetapi dunia kerja bisa juga indah: visi dan aktualisasi diri, dedikasi dan intimasi, segelas kopi dan sepiring nasi. Buku ini menyoroti dunia bisni…
Berlari di atas lintasan kehidupan terkadang terasa sulit dan melelahkan. Tantangan dan kesulitan yang datang menghadang terasa menggunung dan membuat kita "kalah sebelum bertanding".
Ketaatan bukanlah kata yang paling terkenal di dalam kosakata kita. Kita hidup di dalam sebuah masyarakat yang terus-menerus memerangi sistem, berjuang untuk apa yang kita inginkan. Kita terutama prihatin dengan bagaimana berbagai peraturan membuat kita tidak nyaman, dan kita sedang melihat apa yang bisa kita lakukan untuk melarikan diri. Kataatan lebih daripada sekadar mengikuti peraturan-pera…