Kesusastraan Indonesia pada awal tahun 1920-an ditandainya dengan penerbitan karya-karya sastrawan, salah satunya melalui Balai Pustaka. Generasi awal Balai Pustaka menelorkan banyak penulis dan karya yang menjadi bagian dari perjalanan seharah sastra Indonesia. Keberadaan karya-karya tersebut haruslah tetap terjaga dan dilestarikan. Untuk itu Penerbut Balai Pustaka melakukan upaya penerbitanda…
Hatinya sekarang sedang kusut masai, pikirannya sedang berperang hebat, bertemour menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi tumbuhnya cinta. Tidak sedikit waktu yang dilaluinya dengan bermenung karena pikiran yang berkabut dan menyesakkan dada, sampai hati betul dia menyiksa seperti ini, tak iba dia menyiksa seperti ini, tak iba dia, ranting tempatku bergantung telah dipatahkannya. …
Marah Rusli memang dikenal sebagai penulis Roman Sitti Nurbaya. Namun sebenarnya masih ada karya-karya bermutu lain yang ia tulis. Salah satunya adalah La Hami, sebuah roman yang mengisahkan tentang kehidupan di Pulau Sumbawa. Roman ini sangat menarik karena ditulus berdasarkan pengalaman hidup Marah Rusli selama tiga tahun bermukin di Pulau Sumbawa. Dengan membaca roman ini, kita akan menge…
Kasih sayang terhadap anak, selalu melebihi cinta kepada diri sendiri. Orang tua selalu berusaha dengan berbagai cara membahagiakan anaknya. Demikianlah cerita yang dikisahkan dalam buku ini. Ceritanya dimulai ketika Khairil terpaksa berhenti bekerja karena pengurangan pegawai di kantornya. Dengan demikian keadaan ekonomi keluarganya mulai goyah. Dalam keadaan seperti itu istrinya kurang tab…
Nafsu terhadap harta benda dan kekuasaan seringkali membutakan orang. Tipu daya, fitnah, muslihat, dan khianat akan dengan ringan dilakukan untuk mendapatkannya. Akan tetapi, kita harus ingat satu hal. Tuhan akan mengingatkan yang lalai dan menghukum yang salah. Nafsu tidak akan pernah langgeng. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu ingat untuk mengejar kekayaan hakiki yang akan dapat ki…
Negara Indonesia tercinta ini lahir berkat perjuangan rakyatnya. Tidak terbilang orang yang mau mengorbankan apa saja, termasuk nyawa dan hidupnya, hanya demi perjuangan ke arah Indonesia merdeka. Tidak perlu akhirnya mereka menjadi pejuang besar atau pahlawan yang menghias sejarah. Akan tetapi, sekecil apapun perjuangan yang telah dilakukan dengan semangat sukarela, meraka telah menanamkan ton…
Dalam cerita ini dikisahkan seorang tokoh kocak dan tampak bodoh sehingga ulahnya membuat orang sekampung menjadi geger. Salah satu contoh ulahnya, hanya gara-gara gulai petai yang dimasak istrinya cerita menjadi panjang sehingga kepala negeri pun harus turun tangan. Beduk-beduk dipukul di seluruh penjuru dan penduduk menjadi kalang kabut. Di antara mereka ada yang ketakutan, ada yang bingung,…
Pada masa dahulu, orang-orang Portugis berupaya menguasai setiap jengkal wilayah negeri kita. Armada Portugis yang terdiri atas kapal-kapal perang besar dan dilengkapi dengan meriam berhasil menguasai Pasai setelah menaklukkan Malaka. Akan tetapi, upaya mereka untuk terus menerus melebarkan daerah jajahan selalu mendapat perlawan yang gigih dari rakyat. Diantara para pahlawan pada masa itu, ad…
LEngkong-weuaya adalah seorang petualang dari Minahasa yang memberantas kaum perampok, menyatukan penduduk yang berada di kaki Gunung Kelabat yang selalu bertikai, dan menjadikan rakyat tenteram. Namun, usaha Lengkong-weuya tidak berjalan mulus. Ia harus mengorbankan harta yang paling berharga baginya, yaitu putaran yang terbunuh oleh pedangnya sendiri. Akan tetapi, semua cobaan itu dapat ia…
"Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu."