"ibu... aku sudah tidak bisa berjalan lagi. Meski aku berusaha berpegangan, tapi tetap saja aku tak mampu berdiri." Karena tak sanggup melihat wajah ibu, surat yang kutulis itu kuselipkan melalui celah di bawah pintu. Lalu aku merangkak ke toilet. Lantai koridor terasa dingin. Tapi, apa boleh buat, tak ada jalan lain selain merangkak. Ketika akan kembali ke kamar, aku merasa ada orang di bel…
Biografi ini mengajak mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. COba singkirkan kenangan itu dan alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar dari penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yan…
Ada banyak buku-buku yang mengankat tentang perjuangan kaum perempuan baik secara nasional maupun secara internasional. Buku ini melacak kembali akar ketidaksejajaran perempuan dan laki-laki. Dari kajian gender, perempuan ditempatkan pada posisi yang inferior. Secara universal permasalahan perempuan di mana pun di dunia ini sama. Oleh karena itu, buku ini menyuguhkan sisi berbeda dari keberania…
Ada tiga perkara yang membuat Kartini dan surat-suratnya itu penting dan patut menarik perhatian, ialah pertama ; cita-cita; kedua : perjuangan di jiwanya dan perjalanan rohaninya yang berubah lambat laun; ketiga: gaya bahasanya. - Armijn Pane- Tiada awan di langit yang tetap selamanya.. tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca.. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan..…
Ada tiga perkara yang membuat Kartini dan surat-suratnya itu penting dan patut menarik perhatian, ialah pertama ; cita-cita; kedua : perjuangan di jiwanya dan perjalanan rohaninya yang berubah lambat laun; ketiga: gaya bahasanya. - Armijn Pane- Tiada awan di langit yang tetap selamanya.. tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca.. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan..…
Membicarakan sosok R.A. Kartini berarti membicarakan buah pikiran dan upayanya mewujudkan cita-citanya. Kartini mempunyai budi yang "terang", dan jalan pikirannya pun jauh lebih maju dibandingkan kaum wanita pada zaman itu. Ialah yang kemudian menjadi inspirasi dan teladan kaumnya untuk melepaskan diri dari belenggu kebodohna, ketidakadilan gender, dan adat yang sering tidak menempatkan wanita …