Lahir dari keluarga kaya di Batavia, MH Thamrin berikhtiar memperbaiki kehidupan warga miskin lewat Dewan Kota dan kemudian Dewan Rakyat—lembaga yang kerap dianggap sebagai boneka pemerintah kolonial. Di sanalah dia bersuara lantang memperjuangkan nasib kaum bumiputra. Saat Sukarno, salah satu tokoh gerakan nonkooperatif, ditangkap karena aktivitas politiknya, Thamrin—yang dijadikan simb…
Mengawali karier militer sebagai serdadu Belanda, Ali Moertopo adalah simpul penting Soeharto dan politik Orde Baru. Dia intel, aktivis, dan politikus ulung. Ali Moertopo membuka jalan bagi kekuasaan Soeharto. Dia meremukkan demokrasi justru ketika Indonesia tengah meninggalkan otoritatianisme Bung Karno. Ia menggelar pelbagai operasi khusus: membabat partai politik untuk membesarkan Golkar,…
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” Kemerdekaan Republik Indonesia didapat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Jutaan nyawa melayang demi satu cita-cita: Indonesia merdeka! Jutaan nyawa gugur di medan pertempuran, ada yang kita kenang namanya hingga sekarang, namun, lebih banyak yang kita tidak pernah tahu namanya hingga saat ini. Buku ini …
There was a time that Sergeant Alvin C. York was a household name in America. Perhaps many of you recognize the name from the motion picture of Sergeant York as protrayed by Gary Cooper. Needless to say the movie won Cooper his first Oscar and gave Sergeant York even more notoriety, helping to retain his status as a true American hero.
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
Hampir tak ada pelagan pennting di negeri ini yang tak didatangi Leonardus Benjamin Moerdani. Sudah berperang sejak usia 13 tahun, ia berada di garis depan penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta (1958). Ia juga menjadi ikon pembebasan Irian Barat (1962), tetapi juga terampil di dunia diplomasi dan kepengacaraan. Dia pernah menjadi diplomat di Korea dan memenangkan Indonesia "merebut" harta y…
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Indonesia adalah bangsa yang harus berjuang mengorbankan darah untuk merebut kemerdekaannya. Ada banyak sekali pahlawan Indonesia yang harus gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pahlawan-pahlawan Indonesia yang sudah seharusnya kamu ketahui. Melalui buku Ensiklopedi…