“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” Kemerdekaan Republik Indonesia didapat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Jutaan nyawa melayang demi satu cita-cita: Indonesia merdeka! Jutaan nyawa gugur di medan pertempuran, ada yang kita kenang namanya hingga sekarang, namun, lebih banyak yang kita tidak pernah tahu namanya hingga saat ini. Buku ini …
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya". Kalimat bijak di atas sangat kita akui kebenarannya. Masa dem masa, datang silih berganti, dan kita tak pernah bisa melepaskan diri dari sebuah sejarah. Betapa hari ini ada karena hari kemarin telah dilalui. Dan perjalanan sejarah sangat ditentukan oleh perjuangan para pahlawan. Para pahlawanlah yang ikut meras…
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya". Kalimat bijak di atas sangat kita akui kebenarannya. Masa dem masa, datang silih berganti, dan kita tak pernah bisa melepaskan diri dari sebuah sejarah. Betapa hari ini ada karena hari kemarin telah dilalui. Dan perjalanan sejarah sangat ditentukan oleh perjuangan para pahlawan. Para pahlawanlah yang ikut meras…