Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. "Dipenogoro" yang petilannya menerakan kata-kata maju serbu serang terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkapkan sosok Dipenogoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan s…
Bayangkan Socrates, Plato, Aristoteles, Ibn Rushd, Descartes, hingga Marchiavelli berbagi panggung reality show pencarian bakat. Para filsuf besar dunia berlomba meyakinkan juri dan penonton akan pentingnya filsafat mereka dalam kehidupan sehari-hari! Itulah imajinasi liar Henry Manampiring. Filsafat Punya Bakat adalah fiksi filsafat yang menghidupkan kembali 12 pemikir besar dunia dalam konte…
Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang memesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, …
"Memang kau benar. Itu tidak adil. Tetapi itulah kekuasaan. Tidak menimbang mana adil dan tidak adil. Kekuasaan seperti angin topan saja. Menghancurkan apa saja yang menghadang di jalan..." "Kalau begitu, perkenankanlah hambamu Duku untuk sementara minta diri dan bersembunyi di tempat yang cukup jauh saja. Sebab hambamu Duku khawatir, bila beliau datang lagi dan minta hal-hal yang bukan-buka…
Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja dan menulis puisi. Sajak "Diponegoro" yang terkenal dengan kata-kata "Maju Serbu Serang Terjang" berhasil menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan hebat dalam menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu te…