Two American classics here together in one volume, Little Men and Jo's Boys, are worthy sequel to Little Women, one of the best-loved children's stories of all time, and its continuation, Good Wives. In Little Men, Louisa May Alcoot takes up the story of the everyday dramas and exploits of the naughty but easy-going boys at Plumfield, now a boarding-school run by Professor Bhaer and his lovable…
Meg kini telah menikah. Sebagai istri, dia banyak belajar - kadang-kadang dengan hati nelangsa - bahwa kehidupan berkeluarga tidak selalu mudah dan menyenangkan. Namun, dia selalu berhasil mengambil hikmah dengan bantuan suami yang dihormatinya. Mereka pun dikaruniai anak kembar. Si tomboy Jo kecewa : karena kata-katanya yang tak terjaga dan gengsinya yang terlalu tinggi untuk tidak menarik …
Banyak yang terjadi dalam renatng waktu sepuluh tahun setelah berbagai peristiwa yang dikisahkan di buku LIttle Men (Anak-Anak Plumfield). Anak-anak dari Sekolah Plumfield kini telah menjadi dewasa dan mengambil jalan masing-masing. Tidak selamanya semua berjalan sesuai harapan dan rencana, namun bekal pengetahuan dan kasih sayang yang mereka peroleh selama ini banyak membantu perjalanan masing…
Banyak yang terjadi dalam renatng waktu sepuluh tahun setelah berbagai peristiwa yang dikisahkan di buku LIttle Men (Anak-Anak Plumfield). Anak-anak dari Sekolah Plumfield kini telah menjadi dewasa dan mengambil jalan masing-masing. Tidak selamanya semua berjalan sesuai harapan dan rencana, namun bekal pengetahuan dan kasih sayang yang mereka peroleh selama ini banyak membantu perjalanan masing…
Dalam novel ini, Louisa May Alcott menciptakan empat sisik perpempuan yang paling dicintai dalam sastra Amerika. Mereka adalah Meg yang cantik dan tertib, Jo yang penuh semangat dan susah tidur, Beth yang pendiam dan baik hati, serta si bungsu Amy yang berdarah seni dan kekanak-kanakan. Keempat dara ini tinggal bersama ibu mereka, semantara bapak bertempur dalam perang saudara. Sebagai sauda…
Setelah mempunyai dua anak lelaki, ditambah dua belas anak yatim-piatu yang tinggal di sekolah miliknya di Plumfield, Jo March-yang kini telah menikah dan menjadi Mrs. Bhaer-menjadi sangat sibuk. Meski dibantu para anggota keluarga March lainnya, mengurus begitu banyak anak sangat merepotkan. Ada-ada saja ulah mereka yang kadang menjengkelkan, tetapi Jo dan Mr. Bhaer selalu berusaha mengatasi b…
Setelah mempunyai dua anak lelaki, ditambah dua belas anak yatim-piatu yang tinggal di sekolah miliknya di Plumfield, Jo March-yang kini telah menikah dan menjadi Mrs. Bhaer-menjadi sangat sibuk. Meski dibantu para anggota keluarga March lainnya, mengurus begitu banyak anak sangat merepotkan. Ada-ada saja ulah mereka yang kadang menjengkelkan, tetapi Jo dan Mr. Bhaer selalu berusaha mengatasi b…