Bu, aku berusaha tidak hancur dihantam hidup meski sesekali rasanya hampir redup. Aku terus melawan pada dunia ini meski banyak tangis yang kusimpan sendiri, meski dalam malam yang sepi aku mengeluh padamu lagi. Maaf untuk hal-hal yang masih gagal. Untuk pertarungan-pertarungan yang belum aku menangkan. Untuk semua kekalahan yang kadang datang berulang. Aku hanya ingin terus hidup, Bu. Aku h…
Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri. Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi dimataku. Namun, ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi. Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia men…
Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepaskanmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan sese…
Aku bahkan tidak pernah mengatakan kepadamu bahwa sejujurnya aku tidak ingin kamu pergi. Perasaan kehilangan ini tak pernah kuingini. Berat? Pasti. Tapi, aku tahu, hidup terus berjalan. Dunia masih akan terus berputar. Mungkin kau juga sedang mengingatku di sana. Serupa ingatanku untukmu yang terus ada. Mungkin kau tak lagi menjaga segalanya - meski di sini masih kupeluk harapan itu dengan s…
"Banyak hal terjadi di luar kendaliku. Jatuh hati kepadamu adalah salah satunya. Kamu mengajariku melawan ketakutan-ketakutan dalam diriku. Namun, kamu lupa mengajariku melawan hal yang penting; bagaimana caranya agar aku tidak takut kehilanganmu?" Ada yang memberi percaya, tetapi kau ragukan. Ada yang sepenuh hati ingin bersama, tetapi kadang terabaikan. Perasaan telah tercurahkan. Meski…
ELSA "Nah, giyu dong, ketawa! Pagi-pagi harus dibuka dengan kebahagiaan." MALIK "Iya, pagi-pagi harus menatap kebahagiaan." ELSA "Kok, menatap? Di-bu-ka-de-ngan-ke-ba-ha-gia-an!" MALIK "Me-na-tap-ke-ba-ha-gia-an!" ELSA "Terserah, deh!" MALIK ... ELSA "Lah, kok jadi natapin aku gitu?" MALIK "Namanya juga lagi menatap kebahagiaan!"
Malik : "Kamu betah di kampus ini?" Elsa : " Belum tahu. Kan, baru sehari." Malik : "Menurutku, sih, bakal betah." Elsa : "Sok tahu kamu." Malik : "Iya, pasti betah." Elsa : "Kenapa emang?" Malik : "Karena ada aku." Elsa : "..."