Tiada hari tanpa perang mulut antara Sania dan Devan. Bagi Sania, Devan itu superusil dan nyebelin. Bagi Devan, Sania itu sasaran empuk buat dijailin tiap hari. Namun, pertengkaran-pertengkaran itulah yang justru mendekatkan mereka. Dan, seperti yang sudah bisa kamu tebak, sahabat mana, sih, yang dengan gampang menghindari rasa cinta? Akan tetapi, cerita Sania dan Devan beda. Ini lebih sakit…
Tiada hari tanpa perang mulut antara Sania dan Devan. Bagi Sania, Devan itu superusil dan nyebelin. Bagi Devan, Sania itu sasaran empuk buat dijailin tiap hari. Namun, pertengkaran-pertengkaran itulah yang justru mendekatkan mereka. Dan, seperti yang sudah bisa kamu tebak, sahabat mana, sih, yang dengan gampang menghindari rasa cinta? Akan tetapi, cerita Sania dan Devan beda. Ini lebih sakit…
"Jangan mengharapkan sesuatu yang indah saat jatuh cinta, tapi sibuklah mempersiapkan hatimu untuk menghadapi seribu satu hal yang menyakitkan." Bela benci Dalvin yang selalu membuatnya kesal. Ia heran, kenapa orang-orang nggak ilfeel, ya, sama Dalvin? Bisa, ya, tingkah nyebelin itu termaafkan karena wajah ganteng dan postur yang kata orang body goals? Huft! Akan tetapi, nggak butuh waktu l…