Ami akhirnya bertunangan. Ia tersenyum di pelaminan, mengenakan kebaya putih, memamerkan cincin, dan dikelilingi teman-teman serta keluarga yang turut bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak hadir di hari besarnya: kebebasan dari masa lalunya. Di antara deretan bunga ucapan dan tawa para tamu, Athif—sahabat lelaki dari masa lalu Ami—hanya bisa diam menyaksikan pertunangan itu seperti meng…
Seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. Orang-orang di kantor yang sudah menikah, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara aku yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk sendirian di parkiran mobil yang sudah lengang, bersama sebotol bir, rokok murah, dan sepotong kue ulang tahunku sendiri yang kubeli dari toko manisan dekat kantor. Aku takut kalau …
Menjelang pagi, Bandung berubah menjadi kota yang tak lagi sama. Malam terasa sangat panjang dan lebih mencekam dari kelam. Para bandit, pemadat, tukang judi, bocah geng motor, begundal grafiti, semuanya berkeliaran bak tikus-tikus ketika air got meluap. Vinda yang sangat mencintai Bandung begitu bertolang belakang dengan Dipha yang sudah mengenal betapa bobroknya kota itu ketika menjelang p…
Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu kau cemaskan aku lagi. Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkanku; yang akan benar-benar menyayangiku. Yang akan benar-benar mencintaiku. Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku padamu dulu; atau bahkan lebih. Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu lagi kau khawatirkan…