Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan. Malam ini aku akan tidur di matamu. Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran. Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu. Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak…
Saya pernah ditanya wartawan, "Lukisanmu termasuk aliran apa?" Saya malas dan tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan semacam itu. Saya tidak tertarik pada label. Hari-hari ini kegemaran bermain label kembali merajalela dan anyak orang lupa atau tidak menyadari bahayanya. Diam-diam saya jeri menanggung beban yang diakibatkan oleh permainan label dan stigma. Namun, bagaimanapun saya menc…
Rumah bambu adalah kumpulan cerpen Romo Mangun yang pertama dan terakhir kali diterbitkan. Sebagian besar cerpen-cerpen itu ditemukan di rumah penilis, si Kuwera, Yogyakarta, dalam keadaan penuh koreksi dan sulit dibaca. Dari duapuluh cerpen yang ada dalam buku ini, hanya tiga yang pernah dipublikasikan. Hampir semua tema cerita dalam buku ini adalah peristiwa-peristiwa yang kelihatannya sed…