"Apakah artinya samudra yang luas dan dalam, bila cinta ingin mengarungi dan terjun di dalamnya, Kawanku?" tanya Anila dalam lagunya. Serentak para kera berhenti, sambil menari-nari mereka pun menjawab nyanyian Anila. "Samudra itu akan menjadi telaga, dan cinta akan menjadi sepasang golek kencana di permukaan airnya. Hilanglah kedalaman lautan, musnahlah luas samudra, dan mandilah sepasang g…
Ia sedaging dan sedarah dengan adiknya. Mengapa ia harus menjadi tampan dan adiknya menjadi buruk rupa? Mengapa bukan dia yang mewujud jelek, dan adiknya yang mewujud tampan? Apakah ini karena perbuatan nasib? Kala demikian, alangkah tidak adil dan semena-menanya nasib ini dalam memilihkan takdir bagi ciptaannya. Ataukah dengan kesemena-menaannya itu, nasib hendak menentukan jalan yang be…
Jika kata-kata diibaratkan air, maka sejatinya ia mengalir bebas ke berbagai arah. Seperti juga puisi-puisi di buku ini. Sindhunata menulis tentang yang suci sampai yang kotor, yang atas sampai yang bawah, yang rasional sampai yang irasional. Beberapa terdengar seperti doa, yang lain seperti sumpah serapah, lainnya lagi seperti mantra. Tidak berhenti sebagai puisi, beberapa telah beralih wahan…
Bayangkanlah air yang mengalir bebas dari sumbernya di pegunungan tanpa tersekat bendungan. Demikianlah karya-karya di dalam Air Kejujuran ini. Seperti air, puisi-puisi Sindhunata tidak hanya mengalir melewati tempat yang indah, terang, dan bersih. Seperti air, karya-karyanya juga melintasi sudut-sudut yang kotor dan gelap. Menumpahkan kata-kata sebagai air kejujuran, itulah kehendak Penulis di…
Herding the Wind is a beautiful retelling from the great epic Ramayan. This book tells the story about the journey of Rama and Sita, their exile and pursuit of love. Not only recites divine characters, this book also tells about unique characters like Anoman and bajang child who bring hope and joy. Since it wast first published, this book gained widely acceptance among readers.