Ketika itu, situasi politik Republik Indonesia Laksana merangkak di bawah moncong senapan dan bernafas di antara kepungan asap mesiu. Rakyat mengungsi mencari tempat yang aman, karena pasukan Belanda tak henti-hentinya mematikan pergerakan laskar dan tentara Merah Putih. Wajah miris pergolakan pasca kemerdekaan hingga agresi militer Belanda ke-2 itu terekam dalam catatan harian Soegijapranata, …