Aneh, sangat aneh! Aku di tuduh telah melakukan hal-hal buruk yang tidak kuingat sama sekali. Apakah otakku sudah rusak? ternyata tidak, karena aku kemudian menemukan seekor tikus gadungan yang mirip sekali denganku. Tidak hanya merusak nama baikku, ia juga membuat warta Rodensia direbut oleh sainganku! Aku harus mengembalikan semua itu. Tapi bagaimana caranya.
Aneh, sangat aneh! Aku di tuduh telah melakukan hal-hal buruk yang tidak kuingat sama sekali. Apakah otakku sudah rusak? ternyata tidak, karena aku kemudian menemukan seekor tikus gadungan yang mirip sekali denganku. Tidak hanya merusak nama baikku, ia juga membuat warta Rodensia direbut oleh sainganku! Aku harus mengembalikan semua itu. Tapi bagaimana caranya.
"Tuslaarai!" Kata Mongolia berarti "Tolong" itulah yang kuteriakkan saat aku dan saudara-saudaraku tersesat di Gurun Gobi. Kami menghadapi badai pasir, cuaca yang tidak bersahabat, kelaparan, dan juga musuh yang tega melecehkan kami. Ini semua dalam upaya mencari harta karun terpendam berdasarkan peta milik Paman Lang Stilton. Bagaimana kami mengatasi semua ini.
"Tuslaarai!" Kata Mongolia berarti "Tolong" itulah yang kuteriakkan saat aku dan saudara-saudaraku tersesat di Gurun Gobi. Kami menghadapi badai pasir, cuaca yang tidak bersahabat, kelaparan, dan juga musuh yang tega melecehkan kami. Ini semua dalam upaya mencari harta karun terpendam berdasarkan peta milik Paman Lang Stilton. Bagaimana kami mengatasi semua ini.
"Trapola meneleponku di tengah malam dan berkata bahwa dirinya ada di sebuah puri di Transtikusia, tempat paling menyeramkan di Pulau Tikus. Ia sepertinya sedang mengalami kesulitan. Segera aku menghubungi adikku, Thea, dan esoknya kami berangkat hendak menyelamatkan Trapola. Namun, di sana kami justru mengalami petualangan sangat aneh dalam sebuah puri tua..."
"Trapola meneleponku di tengah malam dan berkata bahwa dirinya ada di sebuah puri di Transtikusia, tempat paling menyeramkan di Pulau Tikus. Ia sepertinya sedang mengalami kesulitan. Segera aku menghubungi adikku, Thea, dan esoknya kami berangkat hendak menyelamatkan Trapola. Namun, di sana kami justru mengalami petualangan sangat aneh dalam sebuah puri tua..."
"Geronimo ingin menikmati akhir pekan yang tenang di rumah setelah menjalani minggu yang berat di kantor. Tapi ternyata is telah didaftarkan pada balapan sepatu roda terheboh, tergila, dan ternekat. Sepatu roda yang dipakai bertenaga roket sehingga bisa mencapai kecepatan 300 kilometer per jam! Dengan segala tantangannya, Geronimo mengikuti lomba ini, karena hadiahnya akan disumbangkan bagi par…