Hewan-hewan liar menggeram di kedalaman rimba di Winconsin. Di rimba yang sama itu pulalah Laura tinggal bersama Pa, Ma, dan kedua saudarinya, Mary dan si bayi mungil, Carrie, di dalam pondok kecil yang terbuat dari kayu. Di sana pulalah Pa berburu dan memasang perangkap hewan, sementara Ma membuat keju dan kue. Sepanjang malam dingin, angin bertiup sepi. Namun, Pa memainkan biolanya dan bernya…
Tidak pernah mereka mengalami musim dingin seperti ini. Badai salju berhari-hari, hawa dingin yang menusuk, dan persediaan makanan yang menipis. Keluarga Ingalls terpaksa pindah ke bangunan mereka di kota. Bersama warga lain, mereka bertarung melawan musim dingin dan badai. Ketika kereta api yang membawa makanan tidak kunjung datang dan penduduk terancam kelaparan, Almanzo Wilder berani mempert…
Berdiri di depan kelas, mengajar anak-anak, sebenarnya menakutkan Laura. Namun, pengalaman pertamanya mengajar tidak menyenangkan berubah mengasyikkan. Segala sesuatu kini menjadi indah bagi Laura dan keluarga Ingalls, terutama berkat kemajuan Mary di sekolah. Namun, ajakan Alamnzo Wilder untuk berkereta kuda di sore hari akhirnya membawa laura ke dunia yang lelib baru lagi, bahkan membawanya k…
Sementara Laura berkelana di daerah Barat, Almanzo, yang kelak menjadi suami Laura, tumbuh besar di suatu daerah pertanian besar di Malone, negara bagian New York. Hari-harinya dipenuhi dengan berbagai kegiatan dari melatih anak-anak saoi, mencukur biri-biri, menggebuk gandum, sampai mengangkat kayu. Almanzo kecil belum dapat membuat keputusan sendiri ketika ia ditanya oleh ayahnya apakah ia ma…
Tahun-tahun bahagia baru saja berlalu. Di rumah kecil yang baru, keluarga muda Almanzo-Laura harus menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Melalui goresan pengalaman yang penuh duka, dalam empat tahun pertama, Laura kini tahu bahwa kecintan Almanzo pada tanah garapannya sama besarnya dengan kecintaan Laura sendiri pada dunia Barat yang selalu ia rindukan untuk dijelajahi. Bersama bayi mung…
Hidup di kota kecil yang sedang bertumbuh akhirnya mewujudkan cita-cita Ma: anaknya bersekolah secara mapan dan hidup dalam dunia yang beradab. Namun, hati Laura gundah karena ditinggal pergi Mary dan di sekolah ia harus berhadapan dengan "teman lama" yang dulu pernah menyulitkannya di tepi Sungai Plum. Ia pun di kejutkan oleh hal lain : Almanzo Wilder yang menawarinya mengantarkan pulang dan t…
Hidup di kota kecil yang sedang bertumbuh akhirnya mewujudkan cita-cita Ma: anaknya bersekolah secara mapan dan hidup dalam dunia yang beradab. Namun, hati Laura gundah karena ditinggal pergi Mary dan di sekolah ia harus berhadapan dengan "teman lama" yang dulu pernah menyulitkannya di tepi Sungai Plum. Ia pun di kejutkan oleh hal lain : Almanzo Wilder yang menawarinya mengantarkan pulang dan t…
Laura tetaplah Laura. Ia berkelana semenjak masih kanak-kanak dan tetap berkelana meski sudah memasuki usia senja. Ia telah bepergian menggunakan gerobak kuda, kereta api, dan mobil, baik sendirian, bersama orang-tua dan kakak-adiknya, dengan suaminya, maupun beserta putrinya. Selama 60 tahun perjalanannya, ia telah memperhatikan bagaimana waktu, musim, dan manusia mengalami perubahan. Namun, a…
Semakin jauh ke barat. Itulah cita-citak Pa dan Laura. Derap pembangunan di daerah Barat membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan petualangan. Namun, Ma yang ingin agar anak-anaknya bersekolah kembali merasa bahwa kini sudah waktunya bagi mereka menetap. Di wilayah baru, di Dakota Selatan, di tengah pembangunan jalur rel kereta api dan di pinggiran Danau Perak, keluarga ini mulai mencari t…