Ketika itu, situasi politik Republik Indonesia Laksana merangkak di bawah moncong senapan dan bernafas di antara kepungan asap mesiu. Rakyat mengungsi mencari tempat yang aman, karena pasukan Belanda tak henti-hentinya mematikan pergerakan laskar dan tentara Merah Putih. Wajah miris pergolakan pasca kemerdekaan hingga agresi militer Belanda ke-2 itu terekam dalam catatan harian Soegijapranata, …
Dua tahun setelah aksi berdarah gerakan 30 September, Sjam Kamaruzaman baru muncul di depan publik. Ketika itu, Juli 1967, ia menjadi saksi dalam pengadilan Sudisman, Sekretaris Jendral Partai Komunis Indonesia. Sebelumnya ia hanya bayang dalam halimun: keberadaannya setengah dipercaya, setengah tidak. Biro Chusus, badan rahasia PKI yang dipimpinnya, semula diduga hanya khayalan tentara untu…
Menentang feodalisme, Haji Oemar Said Tjokroaminoto punya andil menempa para tokoh perherakan nasional. Pemerintah Belanda menjulukinya "Raja Tanpa Mahkota". sementara rakyat jelata menganggapnya "Ratu Adil". Di tangan Tjokro, Sarekat Islam berubah dari organisasi saudagar batik pribumi menjadi gerakan politik yang besar dan kuat. Pelajaran membaca ayat Al-Quran yang disarikan dari pengalamann…
Tahun 1825-1830, BElanda kalang kabut akibat perlawanan yang dikobarkan seorang bangsawan Kasultanan Yogyakarta, Pangeran Diponegoro. Dipandang dari berbagai segi, perlawanan tersebut yang kemudian disebut sebagai Perang Jawa, Merupakan salah satu konflik raksasa pada masanya: konflik ini menyebabkan korban jiwa yang sangat besar, hampir separuh penduduk Yogyakarta, dan menguras perbendaharaan …
Dalam perjalanannya yang panjang, sejarah Perang Jawa sesungguhnya merupakan titik balik krusial bagi perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan kolonialisme di tanah Jawa. Perang yang berlangsung sejak 1825-1830 ini, kemudian menyeret Pangeran Diponegoro dalam kontroversi panjang, dimana ia dikagumi, dicintai sekaligus juga dibenci. Momentum Perang Jawa benar-benar telah membawa sosok Pa…