Suatu ketika di sekolah tak ada jam mengajar, aku membuka-buka koran. Di satu halaman, mataku tertuju pada satu judul tulisan: "Catatan Harian Nyonya Evi". Menggelitik. karena Evi adalah namaku. Aku pun membacanya. Sebuah cerita pendek di rubrik budaya, yang ternyata penulisnya Sueb, laki-laki penyaor itu. Apakah cerpen itu untukku? -- Catatan Harian Nyonya Evi
Suatu ketika di sekolah tak ada jam mengajar, aku membuka-buka koran. Di satu halaman, mataku tertuju pada satu judul tulisan: "Catatan Harian Nyonya Evi". Menggelitik. karena Evi adalah namaku. Aku pun membacanya. Sebuah cerita pendek di rubrik budaya, yang ternyata penulisnya Sueb, laki-laki penyaor itu. Apakah cerpen itu untukku? -- Catatan Harian Nyonya Evi
Menampilkan 23 cerpen Kompas sepanjang 2018 dalam buku ini seperti membaca keberagaman lanskap budaya dengan latar belakang ranah kultural berbeda. Keberagaman lanskap budaya inilah yang ikut mewarnai cerpen Kompas dari masa ke masa. Selain itu, dalam setiap cerpen terkandung getaran moralitas, apabila disimak secara sadar dan terbuka akan memberikan nutrisi berarti tentang pentingnya kembali …
Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri. Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi dimataku. Namun, ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi. Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia men…
Setiap orang memiliki cinta pertama, namun tak semuanya bisa menggiring cinta pertama menjadi cinta terakhirnya. Kesetiaan, ketulusan, dan kejujuran apa yang dirasakan hatilah yang bisa bicara pada saatnya, menghantar cinta pertama menjadi cinta sejati hingga napas terhenti. Tak banyak orang beruntung mendapatkan cinta pertama sekaligus bisa menjadi cinta terakhirnya, namun saat jodoh telah dit…
Dunia fiksi yang umumnya mencuat dalam kumpulan ini lebih banyak digunakan untuk satu melankoli dalam melodrama kehidupan dari sebuah negeri yang haru, negeri biru dengan panorama mengenaskan. Posisi orang kecil dominan dibicarakan sebagai pihak yang kalah dalam menghadapi kehidupan keras, tantangan modernitas ataupun represi politik dan ekonomi yang menggilas. Hal terakhir ini, tampaknya menja…