"....kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya smeua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulan…
Rumah bambu adalah kumpulan cerpen Romo Mangun yang pertama dan terakhir kali diterbitkan. Sebagian besar cerpen-cerpen itu ditemukan di rumah penilis, si Kuwera, Yogyakarta, dalam keadaan penuh koreksi dan sulit dibaca. Dari duapuluh cerpen yang ada dalam buku ini, hanya tiga yang pernah dipublikasikan. Hampir semua tema cerita dalam buku ini adalah peristiwa-peristiwa yang kelihatannya sed…
Tiap warna menyimpan cerita dan setiap cerita menyimpan makna. Biru berkisah tentang kehangatan yang ia berikan untuk seorang gadis berhati beku. Merah menuturkan takdir yang dibawanya untuk sesosok bintang. Abu-abu menggambarkan dunia seorang pemuda sebelum seseorang datang dan mengajarinya arti warna. Spektrum hadir membawa sejumlah kisah, memberi warna lewat untai aksara.
Selamat datang di dunia Imaji! Ini adalah dunia yang akan membawamu menembus batas realitas. Di sini, ilusi hadir untuk menghidupkan fakta. Di sini pula, kau akan menyaksikan pertempuran akbar dengan tangan hampa, mendengar apa yang bisa dikisahkan sebuah cermin, mencecap magis yang menentang logika... Mengantarmu menuju gerbang kisah tak terbayangkan.
Tembakan dan dentuman, teriakan-teriakan menyayat hati terus terdengar. Entah, rasa takut seperti apa yang ia rasakan. Darah seakan menyatu dengan air matanya. Suasana mulai ramai, namun terasa hampa bagiku yang menjadi korban. "Apa kau membunuh ayahku?" "Mama, tolong. Di sini gelap. Dingin. Sesak." Coretan pena ini bercerita tentang aku dan Remedi.
Bolehkah sepucuk daun bermimpi hidup selamanya meski ia tahu ia akn menguning dan jatuh? Pantaskah seorang prajurit mendamba pulang meski tahu ia tak akan pernah kembali? Salahkah jika seorang gadis berharap cintanya berbalas meski tahu angannya hampa? Kisah-kisah ini hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, terangkum dalam Efemeral - yang tak kekal.
Bagaimana caramu menjemput hari esok? Dengan memanggil sosokmu dari masa depan, atau terpaku pada momen lalu yang terabadikan? Bila waktu bisa diputar balik untuk mengahpus masa lalu, akankah kamu mengambil kesempatan itu demi hari esokmu? Catatan untuk Hari Esok, kisah tentang aku, kamu, kita.
Ini tentang kisah cinta pertama yang mengetuk hati, tentang persahabatan yang mengubah jalan hidup, juga tempaan keras yang mengubah arang menjelma iintan. Tak selamanya dunia SMA bicara tentang belajar dan mengejar nilai. Kumpulan kisah ini memanggil kembali momenmu Yang Tak Terlupa.