Amarah dan duka menjadi jeladri dendam bola-bola api tak terkendali yang membentur diri sendiri dan memperlemah perlawanan. Sebab seharusnya perlawan membuatkan perbaikan, bukan sekadar penghancuran.
Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan. Malam ini aku akan tidur di matamu. Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran. Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu. Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak…
Cerita-cerita di dalam buku ini adalah cerita soal kerinduan yang muncul setelah kehilangan. Kerinduan seorang wanita gila pada pelukan. Kerinduan seorang penulis atas masa kecil bersama ayahnya yang sekarat. Kerinduan seorang pelukis pada wanita di dalam lukisannya. Kerinduan seorang anak yang mencari ibunya di tengah lautan. Dan sederet kerinduan lain yang terperangkap dalam cerita pende…
Puisi, bisa jadi bukan melulu ekspresi jiwa. Sebuah abstraksi. Metafora. Tapi, barangkali, bisa juga semacam pelcak jejak berbbagai peristiwa yang dialami penulisnya. Apa yang terasa di dalam batin, semacam emosi yang diprovokasi oleh peristiwa nyata, menjadi kata, kemudia larik, akhirnya seluruh puisi. Mungkin itulah cermin kehidupan. Cerminan.
Bom atom pertama meledak di Kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawan berbisa. Ketika memburai awan ini, bumi laksana ditimpa hujan salju yang ganas. Gedung-gedung beton runtuh. Aspal-aspal jalan terbakar menyala. Bumi retak-retak berdebu, di segala penjuru. dan beribu tubuh manusia meleleh, tewas dan terluka. Seeokor kuda paling binal, berbulu putih dan berambut kuduk tergerai, berlari d…