Ketika Claudia memutuskan untuk kabur, dia merencanakannya dengan sangat hati-hati. Dia akan pergi cukup lama untuk memberi pelajaran kepada orang tuanya agar menghargainya. Dan dia akan pergi dengan nyaman - dia akan tinggal di Museum Deni Metropolitan, New York. Claudia menabung uangnya, dan mengajak adik laki-lakinya, Jamie untuk ikut, terutama karena anak itu pelit dan pasti punya uang. …
Namaku Ma Yan. Aku tinggal di Zhangjiashu, sebuah desa terpencil yang jaraknya ribuan kilometer dari Beijing. Walau berasal dari keluarga miskin, aku ingin tetap mengenyam pendidikan. Tak pedulu walau setiap hari harus berjalan sejauh 20 kilometer ke sekolah diantara jurang atau harus menahan lapar demi membeli sebuah pena. Bahkan, ketika itu berarti harus mennetang kebiasaan karena hanya anak …
Namaku Ma Yan. Aku tinggal di Zhangjiashu, sebuah desa terpencil yang jaraknya ribuan kilometer dari Beijing. Walau berasal dari keluarga miskin, aku ingin tetap mengenyam pendidikan. Tak pedulu walau setiap hari harus berjalan sejauh 20 kilometer ke sekolah diantara jurang atau harus menahan lapar demi membeli sebuah pena. Bahkan, ketika itu berarti harus mennetang kebiasaan karena hanya anak …
Novel ini menceritakan proses pewarisan nilai-nilai Jawa dan perubahan sosial di sebuah kota kecamatan. Benturan tokoh-tokohnya yang mewakili kelas priayi agraris, wong cilik, birokrat dan pedagang kapitalis dikisahkan dengan segar dan jenaka. Diantara mereka, siapa yang akhirnya dianggap mmapu 'memimpin'?
Koas itu adalah makhluk setengah dokter. Tampilannya seperti dokter. Tempat kerjanya seperti dokter. Alat-alatnya seperti dokter. Tulisannya (terpaksa) mirip tulisan dokter. Tapi otak dan mentalnya belum dokter. Baik dokter umum, dokter gigi, atau dokter hewan, semuanya akan melewati masa transisi setengah dokter ini. Ketiganya jelas berbeda. Dalam buku ini, kita akan menyelami beberapa kisah y…
Kunang-kunang itu asalnya dari kuku orang yang sudah meninggal... Tiga belas tahunn telah berlalu... Namun kata-katamu masih terus melekat diingatanku. Aku masih menunggumu, terus... dan terus... Tanpa sedikit pun merasa lelah. Terus berharap kau akan hadir kembali, menemani hari-hariku seperti dulu. Sampai akhirnya kusadari dengan terus membawamu dalam hatiku, aku telah melepas hati lai…
Penugasan Riza di Nagoya, Jepang, oleh perusahaan penerbangan tempatnya bekerja membuatnya merasakan bagaimana hidup di negara lain. Tak hanya strategi untuk mengembangkan bisnis, usaha menjalani budaya Jepang yang berbeda dengan budayanya Inonesia, Jawa dan Muslim-juga menjadi tantangan baginya. "Culture Shock" yang ia alami-mulai dari cara orang Jepang menghargai wakatu, kebiasaan mereka minu…
Kedatangan Zad ke sebuah desa di pedalaman Muntilan, mengantarkannya pada dunia yang selama ini tak pernah disentuhnya. Terlebih, saat Gendis - gadis desa yang cerdas dan mandiri - hadir dan mengenalkannya pada Mas Gendro dan Pak Gio, dua tokoh yang gigih memperjuangkan tradisi dan budaya lokal. Pemuda metropolitan itu merasa tertampar mendapati kenyataan bahwa sebuah museum permainan tradisio…
Bagi bapaknya Palupi, menjadi penulis itu omong kosong. Menurut Bapak, bekerja itu pergi pagi, pulang sore. Menjadi karyawan swasta atau abdi negara seperti dirinya. Palupi menyudahi perdebatan itu dengan hijrah ke Jakarta. Kereta membawa Palupi pergi meninggalkan Yogyakarta dan Ibu yang paling memahami cita-citanya. Bertahun-tahun Ibu senantiasa bertanya kapan anaknya pulang. Palupi enggan m…