api adalah lambang kehidupan itu sebabnya ia tak bisa menjadi fosil api adalah lambang kehidupan itu sebabnya kita luluh-lantak dalam kobarannya Ayat-Ayat Api Sapardi Djoko Damono
kau mengguman ketika bangun hari ini, Aku mendengarmu bercakap kepada batu itu, yang buta, yang semakin mengeras ketika berusaha menangkap kata-katamu Aku mendengarmu bercakap kepada batu itu tanpa menggunakan kosa-kata-Ku ketika hari tiba dan mengambil segala yang kauyakini milikmu kau memang tak merasa perlu tahu bahwa Aku bukan bagianmu, bukan milikmu, Sayang-Ku
Jika kata-kata diibaratkan air, maka sejatinya ia mengalir bebas ke berbagai arah. Seperti juga puisi-puisi di buku ini. Sindhunata menulis tentang yang suci sampai yang kotor, yang atas sampai yang bawah, yang rasional sampai yang irasional. Beberapa terdengar seperti doa, yang lain seperti sumpah serapah, lainnya lagi seperti mantra. Tidak berhenti sebagai puisi, beberapa telah beralih wahan…
Bayangkanlah air yang mengalir bebas dari sumbernya di pegunungan tanpa tersekat bendungan. Demikianlah karya-karya di dalam Air Kejujuran ini. Seperti air, puisi-puisi Sindhunata tidak hanya mengalir melewati tempat yang indah, terang, dan bersih. Seperti air, karya-karyanya juga melintasi sudut-sudut yang kotor dan gelap. Menumpahkan kata-kata sebagai air kejujuran, itulah kehendak Penulis di…
Amarah dan duka menjadi jeladri dendam bola-bola api tak terkendali yang membentur diri sendiri dan memperlemah perlawanan. Sebab seharusnya perlawan membuatkan perbaikan, bukan sekadar penghancuran.
Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan. Malam ini aku akan tidur di matamu. Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran. Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu. Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak…
Cerita-cerita di dalam buku ini adalah cerita soal kerinduan yang muncul setelah kehilangan. Kerinduan seorang wanita gila pada pelukan. Kerinduan seorang penulis atas masa kecil bersama ayahnya yang sekarat. Kerinduan seorang pelukis pada wanita di dalam lukisannya. Kerinduan seorang anak yang mencari ibunya di tengah lautan. Dan sederet kerinduan lain yang terperangkap dalam cerita pende…
Puisi, bisa jadi bukan melulu ekspresi jiwa. Sebuah abstraksi. Metafora. Tapi, barangkali, bisa juga semacam pelcak jejak berbbagai peristiwa yang dialami penulisnya. Apa yang terasa di dalam batin, semacam emosi yang diprovokasi oleh peristiwa nyata, menjadi kata, kemudia larik, akhirnya seluruh puisi. Mungkin itulah cermin kehidupan. Cerminan.